JAKARTA – Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) Jakarta kembali melaksanakan agenda akademik krusial pada penghujung Semester Ganjil Tahun Akademik 2025-2026. Rangkaian evaluasi akhir ini terbagi menjadi dua tahap utama, yakni Sidang Seminar Proposal yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, dan disusul oleh Sidang Skripsi (Tugas Akhir) pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung FST Kampus UIA Jatiwaringin ini menjadi penentu bagi para mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan masa studi mereka serta langkah awal untuk berkontribusi di dunia industri dan rekayasa.
Tahap Pertama: Menguji Kelayakan Ide Riset
Rangkaian kegiatan dibuka pada akhir Januari, tepatnya tanggal 31 Januari 2026, dengan agenda Sidang Seminar Proposal. Pada tahap ini, puluhan mahasiswa Teknik Mesin mempresentasikan rancangan penelitian mereka di hadapan dewan penguji.
Sidang proposal ini bukan sekadar formalitas, melainkan ajang "uji kelayakan" di mana metodologi, latar belakang masalah, dan potensi kontribusi penelitian mahasiswa dikritisi secara tajam namun konstruktif. Beragam topik menarik diangkat oleh mahasiswa tahun ini, mulai dari audit energi pada bangunan komersial, analisis kegagalan material, perancangan mesin tepat guna untuk UMKM, hingga optimasi sistem manufaktur berbasis teknologi terkini.
Para dosen penguji menekankan pentingnya riset yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan riil di masyarakat.
Tahap Kedua: Puncak Pertanggungjawaban Ilmiah
Satu pekan berselang, suasana di koridor Fakultas Sains dan Teknologi terasa lebih tegang namun penuh semangat. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Program Studi Teknik Mesin menggelar Sidang Skripsi sebagai puncak dari proses akademis mahasiswa.
Dalam sidang ini, mahasiswa mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah mereka kerjakan selama satu semester terakhir. Penguasaan materi, kemampuan analisis data, serta cara penyampaian argumen menjadi poin utama penilaian. Dewan penguji memastikan bahwa setiap lulusan Teknik Mesin UIA memiliki standar kompetensi yang mumpuni, siap bersaing di era industri 4.0, dan memegang teguh etika profesi insinyur.
"Proses sidang ini adalah gerbang terakhir. Kami tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi bagaimana proses berpikir logis dan sistematis mahasiswa dalam memecahkan masalah teknik. Kami bangga melihat perkembangan akademik mahasiswa di semester ganjil ini," ungkap salah satu dosen senior penguji di sela-sela kegiatan.
Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Islam
Pelaksanaan sidang di UIA memiliki ciri khas tersendiri. Selain aspek teknis engineering, penguji juga kerap menyisipkan pesan-pesan moral dan integritas yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk melahirkan sarjana yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UIA menyampaikan apresiasinya kepada seluruh dosen pembimbing dan penguji yang telah bekerja keras membimbing mahasiswa. Beliau juga berpesan kepada para peserta sidang skripsi yang dinyatakan lulus untuk tidak cepat puas.
"Gelar Sarjana Teknik yang akan disandang nantinya memiliki tanggung jawab besar. Harapan kami, lulusan Teknik Mesin UIA Semester Ganjil 2025/2026 ini dapat menjadi problem solver di masyarakat dengan tetap mengedepankan akhlakul karimah," tuturnya.
Menuju Wisuda
Dengan berakhirnya sidang skripsi pada 7 Februari 2026 ini, para mahasiswa yang dinyatakan lulus kini memasuki tahap revisi naskah sebelum akhirnya disahkan dalam yudisium dan mengikuti prosesi wisuda universitas.
Kesuksesan penyelenggaraan sidang ini menandakan komitmen Program Studi Teknik Mesin UIA dalam menjaga mutu pendidikan tinggi teknik yang berkualitas, disiplin, dan terukur.
