JAKARTA/BOGOR – Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) telah sukses menyelenggarakan kegiatan kaderisasi dan pelatihan lapangan bertajuk Biologi Orientation Management Training (BOMT) 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 2 hingga 4 Februari 2026, dengan mengusung tema "Melalui Kebersamaan Belajar dari Alam, Tumbuh dengan Tanggung Jawab".
Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa biologi yang tangguh, analitis, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.
Dibuka oleh Wakil Dekan FST
Rangkaian acara dimulai pada Senin, 2 Februari 2026, di Kampus UIA Jatiwaringin. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIA, Bapak Dian Eko Adi Prasetio, S.T., M.T.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara teori di kelas dan praktik di lapangan. Beliau berharap BOMT ini dapat menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa Biologi UIA mampu beradaptasi dan menerapkan ilmunya di lingkungan nyata.
Agenda hari pertama difokuskan pada penguatan materi dan wawasan. HIMABIO menghadirkan para Alumni Biologi UIA untuk berbagi pengalaman (sharing session) mengenai dunia profesional dan relevansi ilmu biologi di masa kini.
Jelajah Hutan dan Pengamatan Satwa
Puncak kegiatan BOMT dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 4 Februari 2026 dengan lokasi di Ciputri Camping Ground, Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena kekayaan biodiversitasnya yang masih terjaga.
Di lokasi ini, mahasiswa tidak hanya sekadar berkemah (Camping Ceria), tetapi juga diterjunkan langsung untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Kegiatan inti meliputi:
- Pengamatan Satwa Liar: Mahasiswa diajak masuk ke dalam hutan untuk mengidentifikasi dan mengamati perilaku satwa di habitat aslinya. Hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan observasi dan analisis data lapangan yang krusial bagi seorang biolog.
- Survival Skill: Selain kemampuan akademis, peserta juga dibekali kemampuan bertahan hidup (survival) di alam bebas. Pelatihan ini melatih mental, kedisiplinan, dan kemandirian mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Tumbuh dengan Tanggung Jawab
Ketua Pelaksana BOMT 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi peserta.
"Sesuai tema kami, kegiatan ini mengajarkan bahwa belajar biologi paling efektif adalah langsung dari sumbernya, yaitu alam. Kami berharap pengalaman di Ciputri ini membuat mahasiswa semakin solid dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya.
Kegiatan ditutup pada tanggal 4 Februari 2026 dengan pembagian E-Sertifikat dan sesi foto bersama, menandai lahirnya generasi baru mahasiswa Biologi UIA yang siap berprestasi.
Setelah mendapatkan bekal materi yang solid dari para alumni di kampus, rombongan peserta BOMT 2026 bergerak menuju kaki Gunung Salak, tepatnya di Ciputri Camping Ground, Bogor. Perjalanan menuju lokasi menjadi awal dari petualangan sesungguhnya. Udara sejuk dan rimbunnya pepohonan pinus menyambut kedatangan para calon biolog muda ini, seolah memberi sinyal bahwa "laboratorium" mereka yang sesungguhnya telah menanti.
Survival Mode: Bukan Sekadar Berkemah
Hari kedua dan ketiga (3-4 Februari) menjadi momen yang paling menguji adrenalin. Berbeda dengan kegiatan camping biasa, sesi survival menuntut mahasiswa untuk berpikir cepat dan bertindak tepat di bawah tekanan.
Di tengah hutan yang lebat, peserta diajari cara navigasi darat, mengenali tumbuhan yang bisa dimakan (edible plants), hingga teknik mendirikan tempat perlindungan darurat (bivak). Instruktur lapangan menekankan bahwa bagi seorang biolog, hutan bukan musuh, melainkan rumah yang harus dipahami bahasanya.
"Awalnya memang berat, harus jalan jauh dan tidur di tenda dengan suhu dingin. Tapi di situ kami belajar untuk tidak manja. Kami belajar percaya sama teman satu tim, karena di alam kita tidak bisa hidup sendiri," ungkap salah satu peserta dengan antusias, meski wajahnya tampak lelah bercampur bangga.
Menyapa Penghuni Rimba
Salah satu agenda utama yang menjadi ciri khas BOMT Biologi adalah pengamatan satwa (animal watching). Berbekal binokuler dan buku identifikasi, peserta dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan eksplorasi sunyi.
Mereka diajak mengamati perilaku burung, serangga, dan primata yang menghuni kawasan Ciputri. Kegiatan ini melatih ketelitian dan kesabaran—dua modal utama seorang peneliti. Temuan-temuan kecil di lapangan, seperti jejak kaki hewan atau suara burung endemik, menjadi bahan diskusi yang hangat di malam hari sambil mengelilingi api unggun.
Ikatan yang Tumbuh di Alam
Malam keakraban di bawah langit Bogor menjadi penutup yang manis. Di sinilah sekat-sekat antar angkatan benar-benar runtuh. Ditemani suara jangkrik dan hangatnya api unggun, para senior dan mahasiswa baru duduk melingkar, berbagi cerita, dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.
Wakil Dekan FST, Bapak Dian Eko Adi Prasetio, yang turut memantau perkembangan kegiatan, menyampaikan rasa bangganya. Beliau melihat adanya transformasi mental pada peserta—dari yang semula canggung menjadi lebih percaya diri dan solid.
Pulang Membawa Cerita
Kegiatan BOMT 2026 resmi berakhir pada Rabu, 4 Februari 2026. Meski tubuh terasa penat, namun sorot mata para peserta menyiratkan semangat baru. Mereka pulang tidak hanya membawa E-Sertifikat atau foto-foto estetik untuk media sosial, tetapi membawa pulang jiwa korsa, mentalitas pejuang, dan kecintaan yang lebih dalam terhadap alam ciptaan-Nya.
HIMABIO UIA berharap, semangat yang menyala di Ciputri ini akan terus dibawa hingga ke ruang-ruang kelas perkuliahan dan menjadi energi positif dalam mencetak prestasi-prestasi baru di masa depan.
"Salam Lestari! Salam Biologi!"


