FST UIA dan Disdagperin Kota Bekasi Menjalin Kerja Sama Pengembangan Aplikasi Database Pelaku Usaha Ekspor.
BEKASI — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) melalui Program Studi Teknik Informatika resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi. Kerjasama ini berfokus pada pembuatan dan pengembangan aplikasi database pelaku usaha ekspor di wilayah Kota Bekasi. Pertemuan pembahasan tindak lanjut kerja sama ini diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, sebagai bentuk realisasi atas Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati sebelumnya antara Pemerintah Kota Bekasi dan Universitas Islam As-Syafiiyah.
Menghadirkan Rujukan Data Ekspor Terintegrasi
Aplikasi database yang dikembangkan oleh tim Teknik Informatika FST UIA ini dirancang untuk menjadi pusat rujukan data resmi, baik bagi Pemerintah Kota Bekasi maupun masyarakat umum dan pelaku industri. Database ini akan mencakup pemetaan komprehensif terkait pelaku usaha yang:
Sudah melakukan kegiatan ekspor,
Sedang aktif menjalankan proses ekspor, serta
Pelaku usaha potensi yang akan melakukan ekspor di masa mendatang.
Melalui sistem ini, Disdagperin Kota Bekasi dapat memantau perkembangan industri lokal secara akurat, sementara masyarakat dan calon mitra bisnis dapat mengakses informasi pelaku ekspor secara transparan dan terstruktur.
Langkah Konkret Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS)
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan yang telah berlangsung, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam waktu dekat. PKS ini akan menjadi payung hukum teknis pelaksanaan pengembangan aplikasi, mencakup ruang lingkup teknis, pengolahan data, hingga tahap implementasi dan pemeliharaan sistem. "Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen FST UIA dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah Kota Bekasi."
Melalui kolaborasi ini, diharapkan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat demi mendorong digitalisasi layanan publik dan penguatan daya saing para pelaku usaha lokal di pasar global.




